Semester, SKS dan Toga

Agustus 2012

SMA dan kawan-kawannya yang tak tersampaikan…

Kini aku bukanlah orang yang kalian temui setiap hari Senin hingga Jum’at…

Hari-hari yang… hmm… senandung Nissa Sabyan yang kala itu belum setenar sekarang…

Demi apapun itu…

Aku siap dengan segala yang baru…

Tapi apa daya terkadang aku masih terjebak…

Terjebak oleh waktu dan wajah-wajah baru…

 

Minggu ketiga Agustus tahun yang sama

Bertemu dengan orang baru…

Asalnya Bantur…

Bukan asal tutur…

Dengan teman baru…

Kusampaikan cita-citaku…

Bukan lagi sebagai astronaut

Tapi kita menggila tatkala Soundcloud meraja…

Kamar pun jadi studio dadakan…

Tapi cita-cita kita bukanlah serba dadakan…

Dimanakah engkau kawan?

 

Akhir 2012

Inagurasi berlalu…

EFW penuh keanehan…

Dan untuk pertama kalinya menjadi panitia…

Sungguh menyenangkan menjadi seorang extrovert

Tapi tak semua persahabatan berjalan mulus…

Dia yang berasal dari Sunrise of Java

Diam menghanyutkan…

Tak meninggalkan kata…

Ya sudahlah…

Dan untuk pertama kalinya mengenal IP…

Bukan hanya Internet Protocol…

Dan hasil tak mengecewakan…

Untuk seorang kawakan seperti saya…

 

2013

Tahun terbaik…

Terbaik dalam 19 tahun hidup saya kala itu…

Banyak organisasi…

Banyak teman…

Banyak kawan…

Banyak makan…

Banyak uang…

Dan banyak kebahagiaan…

Jakarta untuk pertama kalinya…

Dengan dia yang kini telah mengikat janji…

Dan lainnya yang telah berburu rupiah…

Ku mestinya tau ku harus bersyukur kepada siapa…

Tatkala badai datang, ku siap kepada siapa ku harus meminta…

2013 masih terbaik…

 

2014

Kebahagiaan tidak menyapa…

Dia pergi…

Pergi begitu saja…

Meninggalkan luka yang membekas begitu dalam…

Hingga kini pun ku masih ingat…

Tapi sedikit darinya masih bisa ku jumpai…

Majalah, amarah, gundah gulana…

Pementasan, latihan dan segala kegilaan yang tercipta di akhir tahun…

Ku antar dia ke peraduannya…

Ku antar dia mencari nasi tengah malam…

Jalan Galunggung lah yang mengetahuinya…

Masih membekas…

Sama membekasnya dengan luka yang ia tinggalkan di pertengahan tahun…

I knew I would be fine…

 

2015

Inikah dunia kerja?

Dunia yang menjelma layaknya surga mencari pundi-pundi…

Tapi aku tidak dibayar…

Sayang sekali…

Tapi itulah awal segalanya…

Awal baru…

Dan hingga akhirnya menuju titik terparah…

Depresi…

Ku lemah…

Selanjutnya bagaimanakah?

 

Awal 2016

Tidak ada waktu lagi…

Anak Sawojajar dan Sukun itu hampir selesai…

Dan aku masih di sini…

Mengharap lebih…

Lebih banyak waktu agar aku mampu berlari…

Mengejar ketertinggalan dengan mereka yang sudah-sudah…

 

Akhir 2016

Tersemat gelar di akhir…

Toga ku kenakan…

Tanpa seorang kawan…

Dan seseorang…

Ku bahagia tapi aneh rasanya…

Bukan yang ku mau sedari awal…

Hanya saja bagiku ini cukup…

Cukup sampai disini…

 

Penyudahan

Untuk engkau yang tenang di surga,

I’ve missed your love…

Sudah setahun lebih sejak engkau pergi…

Dan ku masih di sini…

Mencoba jadi cucu yang lebih besar lagi dan membahagiakan keluarga…

Karena hanya akulah tumpuan mereka…

Aku kangen…

Kangen mengantarmu kembali ke Surabaya…

Hanya dengan kendaraan roda dua ini…

Ku bawa engkau ke tempat yang akhirnya menjadi persemayaman terakhirmu…

Andaikata kutau…

Aku akan meminta satu undangan lagi…

Agar engkau bisa duduk disana…

Melihat aku mengenakan toga dan diberkati…

Terima kasih untuk semuanya.

 

Untuk engkau yang berada di Negeri Paman Sam,

Kau tangguh…

Tak pernah menyangka engkau pergi meninggalkan kita

Demi kebahagiaanmu, kita juga ikut senang…

Masih ingatkah ketika kita berempat ke Metro?

You’re the REALEST of the REAL.

 

Untuk engkau yang di tanah keraton,

Terbaik tapi moody

Kita jarang keluar di masa-masa terakhir di kampus…

Engkau sibuk dan juga aku…

Salam kepada ibu…

Ibu yang kini menjadi kepala keluarga…

Menjadi single parent

You’ll be fine

Kapan kau bermain ke Surabaya?

 

Untuk engkau yang berpindah-pindah,

Teman, kawan dan brother terbaik…

Engkau mengajariku menjadi pribadi yang lebih rendah hati…

Menghargai hal-hal kecil…

Menghormati orang tua…

Kebahagiaan itu sederhana…

Sesederhana persahabatan kita…

Engkau dimana?

Masikah di Jawa? Di Indonesia? Atau melanglang buana?

 

Dan kepada engkau yang membaca tulisan ini,

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membacanya…

curahan hati tentang enam tahun berada di kota bunga…

 

 

Terima kasih Semester, SKS dan Toga,

 

 

 

Tertanda Helmi

Masih di sini.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s