Mikrohidro untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Dewasa ini masih banyak ditemukan daerah-daerah terpencil di Indonesia yang kekurangan akan suplai listrik dan air. Di era yang modern seperti sekarang ini, tuntutan akan air bersih dan listrik yang memadai tak lagi menjadi hal yang mustahil tapi suatu keharusan untuk bisa dilaksanakan.

Indonesia sebagai negara dengan beragam lanskap yang indah (Courtesy: GettyImages)

Indonesia sebagai negara dengan beragam lanskap yang indah (Courtesy: GettyImages)

Hal yang paling mengejutkan adalah ketika mengetahui daerah dataran tinggi yang seharusnya memperoleh jatah air berlebih malahan kekurangan suplai air. Kejadian ini sungguh memilukan, karena tak hanya terjadi di satu atau dua tempat saja, melainkan beberapa lokasi yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Ketersediaan listrik masih menjadi isu utama yang dihadapi beberapa wilayah di Indonesia (Courtesy: GettyImages)

Ketersediaan listrik masih menjadi isu utama yang dihadapi beberapa wilayah di Indonesia (Courtesy: GettyImages)

Seperti yang dihimpun dari situs Balitbang, berikut adalah beberapa daerah di Indonesia yang tengah mengalami kekurangan sumber daya air atau listrik:

  • Di Desa Sukarame, masyarakat Kampung Sukarame, Legok dan Cigasti yang berada di atas bukit mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk MCK dan pembuatan batu bata.
  • Di Kabupaten Tanggamus  masih ada 160 desa yang masyarakatnya belum menikmati listrik.
  • Di Kabupaten Nabire, listrik berasal dari PLTD yang tidak bekerja sepanjang hari dan bila pasokan BBM terlambat, pemadaman listrik berlangsung lama.
  • Di Kabupaten Banyumas baru 59% dari jumlah KK yang menikmati listrik.
  • Di daerah pegunungan tengah Provinsi Papua masih > 90% masyarakatnya belum menikmati energi listrik PLN
Tak hanya masalah listrik, Indonesia juga sering mengalami masalah kekurangan air terutama pada saat musim kemarau (Courtesy: GettyImages)

Tak hanya masalah listrik, Indonesia juga sering mengalami masalah kekurangan air terutama pada saat musim kemarau (Courtesy: GettyImages)

Kemungkinan besar masih banyak daerah di Indonesia yang belum terjamah sama sekali akan listrik dan air bersih. Dua kebutuhan pokok ini hendaknya menjadi skala prioritas yang harus ditangani tak hanya oleh Pemerintah Indonesia saja tapi kita bersama.

Dalam hal ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan untuk mengubah kehidupan para warga yang tinggal dalam kegelapan di malam hari dan yang susah mencari air bersih. Salah satu contoh penanganan akan terhambatnya suplai listrik adalah dengan teknologi mikrohidro. Teknologi ini sebenarnya sudah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia. Mikrohidro sendiri adalah teknologi berskala kecil yang dapat diterapkan pada sumber daya air untuk mengubah potensi tenaga air yang ada menjadi daya listrik dan atau pemutar peralatan lainnya antara lain pompa air, mesin giling padi dll, yang secara tidak langsung akan bermanfaat untuk menunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat di pedesaan. (Dikutip dari situs Balitbang)

Ada banyak sekali keunggulan yang bisa didapatkan dari penerapan teknologi mikrohidro, diantaranya:

  1. Karena teknologi ini memanfaatkan sumber daya yang terbarukan, maka biaya operasi dan pemeliharaannya lebih rendah dibandingkan dengan mesin diesel yang menggunakan energi fosil (BBM)
  2. Penerapannya relatif mudah dan ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi udara dan suara.
  3. Efisiensinya tinggi.
  4. Apabila teknologi ini di gunakan untuk memutar pompa air, aman karena pompa tidak digerakan dengan motor listrik. Disamping itu efisiensinya menjadi lebih baik.
  5. Apabila sistem pemasangan turbin di saluran irigasi sedemikian rupa sehingga air penggerak turbin dapat dialirkan kembali ke salurannya, maka efisiensi menjadi lebih besar, karena dengan demikian air irigasi ditingkatkan daya gunanya.
  6. Masyarakat yang menikmati manfaat mikrohidro dapat membantu menjaga kondisi lingkungan daerah tangkapan airnya.

Meski begitu, pembangunan satu buah mikrohidro bisa memakan biaya yang sangat besar. Hal yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana suatu daerah yang kekurangan suplai listrik ini bisa membangun mikrohidro degan biaya yang terjangkau. Perlu diketahui bahwa total biaya pengadaan untuk satu buah mikrohidro bisa mencapai 200 juta rupiah. Biaya yang sangat besar ini sebenarnya akan sebanding dengan manfaat yang akan dirasakan oleh warga sekitar.

Aliran sungai yang deras bisa menjadi potensi untuk dibangunnya mikrohidro (Courtesy: GettyImages)

Aliran sungai yang deras bisa menjadi potensi untuk dibangunnya mikrohidro (Courtesy: GettyImages)

Dengan demikian, diperlukan usaha pemerintah untuk ikut serta membangun daerah-daerah yang kekurangan listrik ini ‘bersinar’ pada malam hari. Seperti yang sudah disebutkan di atas, IPTEK akan memberikan dampak positif bagi masyarakat apabila terdapat dukungan yang kuat antara pemerintah dan masyarakatnya.

© 2013

Referensi: Mikrohidro – Balitbang PU

5 thoughts on “Mikrohidro untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

  1. selalu ya, masalah klasik “biaya”, semoga aja dengan inovasi balitbangpu ini ga cuma pemerintah yang harus turun aktif tp masyarakat mau swadaya juga, zaman sekarang mengharapkan sepenuhnya pada orang lain bukan solusi, harus cari buat diri sendiri. Smga nanti ditemukan inovasi lainnya yang lebih murah sehingga terjangkau buat siapapun dimanapun🙂 good luck kontesnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s