KEMANGSEN POTTER CLAN: KELOMPOK PENGRAJIN POT dari KEMANGSEN

A. Latar Belakang

                Dari dulu hingga sekarang tanaman hias memang digemari oleh masyarakat luas. Berbagai macam komponen untuk memperindah tanaman hias banyak kita jumpai di tepi jalan. Salah satunya adalah pot. Selain didukung oleh keindahan tanaman tersebut, pot juga dapat memberikan nilai lebih melalui ornamen dan ukiran-ukirannya.

Kawasan Kemangsen yang terletak di belakang gedung SMPN 1 Krian, Sidoarjo

                Hal ini menyebabkan banyak orang yang memilih pembuatan pot sebagai lahan mata pencaharian utama. Bahkan, tidak hanya satu orang saja yang melakukan usaha tersebut melainkan hingga mencakup satu desa, termasuk Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu lokasi industri rumahan (home industry) pot di desa Kemangsen

                Home Industry pot yang menjadi salah satu ciri khas Desa Kemangsen itulah yang kemudian membuat kami, siswa SMA Negeri 1 Krian kelas XII Bahasa tergerak untuk melakukan penelitian etnografi di desa tersebut.

                Penelitian ini fokus pada masyarakat Desa Kemangsen dan mata pencahariannya sebagai pengrajin pot.

B. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan peneliti dalam menyusun etnografi ini adalah:

  1. Mengetahui alasan sebagian besar masyarakat Desa Kemangsen bekerja sebagai pengrajin pot.
  2. Memperoleh informasi mengenai motivatisasi pengrajin dalam mengkreasikan berbagai bentuk pot berornamen yang mulai digemari oleh para pecinta tanaman hias.

Pot yang belum siap jual

C. Rumusan Masalah

  1. Sejak kapan mulai menekuni usaha kerajinan pot?
  2. Bagaimanakah asal mulanya sebagian besar masyarakat Desa Kemangsen bisa menjadi pengrajin pot?
  3. Berapa kurang lebihnya omzet yang didapatkan dalam 1 bulan?
  4. Berapa banyak masyarakat Desa Kemangsen yang menjadi pengrajin pot?
  5. Selain usaha kerajinan pot, mata pencaharian apa saja yang ditekuni oleh masyarakat Desa Kemangsen?
  6. Selain kerajinan pot, kesenian khas apalagi yang ada di Desa Kemangsen?
  7. Bagaimana komposisi masyarakat Desa Kemangsen?

Pot yang telah dibentuk

D. Hipotesis (Jawaban Rumusan Masalah)

  1. Sejak pot berukiran mulai digemari masyarakat.
  2. Kebutuhan masyarakat akan pot berukiran yang semakin meningkat.
  3. ± Rp 20.000.000,-
  4. Lebih dari satu.
  5. Kegiatan agrikultural seperti bertani, berladang, berkebun, dan berternak.
  6. Tidak ada.
  7. Sebagian besar diperkirakan merupakan suku Jawa.

Masyarakat Kemangsen dan Potnya

E. Metode Penelitian

  1. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung.
  2. Wawancara dengan salah satu pengrajin pot yang mempunyai usaha Home Industry di Desa Kemangsen.
  3. Mencari sumber data dari sudut pandang yang lain, misal : internet, koran.

Penjemuran pot

F. Pembahasan

2.1.  Deskripsi Singkat Desa Kemangsen

                Desa Kemangsen merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Desa Kemangsen terletak cukup strategis di dekat kawasan SMP Negeri 1 Krian. Secara geografis, letak desa ini dimulai dari tepi jalan raya hingga jalan desa di belakang gedung SMP Negeri 1 Krian.

                Masyarakat di luar daerah tersebut (Sidoarjo misalnya), mengenal desa Kemangsen dengan julukan “Kampung Pot”. Ya, warga Kemangsen memang banyak yang menjalankan usaha pembuatan pot, bahkan, tak jarang usaha tersebut menjadi mata pencaharian utama mereka.

2.2. Pembahasan Penelitian

  1. Sejak kapan mulai menekuni usaha kerajinan pot ?

      Sebagian masyarakat Desa Kemangsen mulai menekuni usaha kerajinan pot sejak lama, tepatnya sejak puluhan tahun yang lalu dan mulai berkembang pada tahun 1998. Terlebih sejak maraknya kegemaran masyarakat akan pot berukiran.

Pot-pot besar!!

2. Bagaimanakah asal mulanya sebagian besar masyarakat Desa Kemangsen bisa menjadi pengrajin pot?

      Awalnya, pada puluhan tahun yang lalu, usaha pot tersebut sudah ada. Namun sayangnya pada waktu itu hanya sedikit orang yang menjalankannya. Seiring berjalannya waktu, barulah usaha pot tersebut mulai dikenal masyarakat Kemangsen karena dinilai ‘menghasilkan’. Sehingga terus-menerus diwariskan pada generasi selanjutnya. Sampai pada tahun 2010-an, total ada 30 pemilik home industry pot di desa ini.

3. Berapa kurang lebihnya omzet yang didapatkan dalam 1 bulan?

      Dalam satu bulan, satu home industry bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih 30-50 juta rupiah per bulan. Hasil itupun bisa lebih tinggi lagi bergantung pesanan.

4. Berapa banyak masyarakat Desa Kemangsen yang menjadi pengrajin pot?

      Saat ini, dalam 1 RT, kurang lebih ada 10 orang yang memiliki usaha pot sendiri, sedangkan pekerjanya ada ± 7-8 orang tiap home industry. Sehingga jika dikalkulasi, dalam 1 RT kira-kira ada 80 orang. Jadi dapat diartikan bahwa di desa Kemangsen, kurang lebihnya 80% dari jumlah masyarakat Kemangsen adalah pengrajin pot.

Proses 1....

5. Selain usaha kerajinan pot, mata pencaharian apa saja yang ditekuni oleh masyarakat Desa Kemangsen?

      Sebagian besar masyarakat Desa Kemangsen bermata pencaharian sebagai pengrajin pot. Itulah yang kemudian menjadi salah satu ciri khas Desa Kemangsen. Tak heran, jika dari ± 8000 penduduk yang ada, 80%nya bekerja di sektor tersebut. Sedangkan 20% lainnya ada yang bekerja sebagai petani, pedagang, dan lain-lain.

      Pekerjanya, mulai anak-anak hingga ibu rumah tangga. Bahkan, anak-anak SD hingga SMA yang baru pulang sekolah langsung membantu untuk menggosok pot ataupun membuat arsiran. Begitu juga ibu-ibu rumah tangga. Setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ke banyakan di antara mereka juga menyambi kerja sebagai kuli gosok.

      Berkembangnya industri pot itu berhasil mengurangi angka pengangguran di Desa Kemangsen. Paling tidak, pengangguran di desa tersebut berkurang 30 persen. Dulu, sebelum usaha ini berkembang, banyak penduduk yang nganggur lari ke kota untuk mencari-cari.

      Tapi, sekarang mereka bisa ikut orang yang punya usaha kerajinan pot. Jika sudah mahir dan punya modal, biasanya mereka buka usaha sendiri. Salah satu contohnya adalah narasumber kami. Sejak kecil beliau sudah ikut bekerja pada orang lain dalam membuat pot. Ketika sudah mahir dan punya modal, baru pada tahun 2002 beliau membuka usaha pembuatan pot sendiri. Hingga kini, beliau bahkan telah memiliki ±8 pekerja yang digaji per minggu.

Proses 2...

6. Selain kerajinan pot, kesenian khas apalagi yang ada di Desa Kemangsen?

      Karena Desa Kemangsen sudah terkenal dengan pot-nya, maka tak dapat disangkal lagi, selain sebagai mata pencaharian utama, kerajinan pot ini juga telah menjadi bagian dari hasil kesenian khas desa Kemangsen.

      Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Sidoarjo, tepatnya Bupati Sidoarjo sendiri telah meresmikan Desa Kemangsen sebagai “Kampung Pot” pada tahun 2009-2010 lalu.

7. Bagaimana komposisi masyarakat Desa Kemangsen?

@ Sistem Agama dan Religi

      Sama seperti masyrakat Jawa pada umumnya, mayoritas dari warga desa Kemangsen adalah pemeluk agama Islam. Namun mereka juga masih mempercayai hal-hal di luar kemampuan mereka, misalkan adanya makhlus halus, memedi, demit, tuyul, serta jin yang menempati alam sekitar tempat tinggal mereka.

      Begitu pula dengan upacara keagamaan yang khas di desa ini, masih sama seperti masyarakat Jawa pada umumnya, yaitu selamatan (dalam istilah Jawa sering disebut banca’an/kenduri).

@ Bahasa

      Sebagaimana masyarakat Jawa pada umumnya, warga desa Kemangsen juga masih menggunakan bahasa Jawa (seperti yang telah dituturkan oleh narasumber kami). Namun hanya dialeknya saja yang agak berbeda, karena pekerja disana ternyata juga ada yang bukan penduduk asli Kemangsen, melainkan orang Sunda. Terlihat dari dialek Sunda-nya yang kental.

      Di samping bahasa Jawa, bahasa lain yang juga lumayan sering dipakai oleh masyarakat Kemangsen adalah bahasa Indonesia campuran.

@ Sistem Teknologi

      Karena mayoritas masyarakat Kemangsen bermata pencaharian sebagai pengrajin pot, maka teknologi yang digunakan adalah teknik-teknik untuk menciptakan pot ataupun hiasan taman lainnya yang indah dan menarik. Seperti teknik cetak, gosok, dan ukir.

      Namun masyarakat Kemangsen pada umumnya masih mengerjakan pot dengan cara tradisional, sehingga alat-alat yang digunakan pun masih tradisional, seperti alat cetak, pisau ukir, dan amplas.

Proses yang lain...

G. Penutup

  1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian kami, akhirnya dapat disimpulkan bahwa komposisi masyarakat Kemangsen sebenarnya sama saja dengan masyrakat Jawa pada umumnya, hanya saja yang membedakan adalah profesi mereka yang khas, yaitu sebagai pengrajin/pembuat pot.

  1. Saran

Saran dari tim kami untuk perkembangan usaha home industry pot ini di kemudian hari yaitu dengan cara menjadikan kerajinan pot ini sebagai salah satu ekstrakurikuler di ssekolah yang ada di sekitarnya seperti SMP Negeri 1 Krian maupun SMA Negeri 1 Krian, karena dengan begitu, selain dilestarikan oleh generasi penerus dari Desa Kemangsen, Generasi muda yang tidak berasal darisana juga dapat melestarikan usaha pot tersebut. Sehingga diharapkan usaha tersebut tidak sampai punah.

COPYRIGHT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s