Salah Tempat

Adi adalah anak dari keluarga Pak Badri dan Bu Samin. Mereka adalah keluarga yang sangat miskin dan tinggal di pinggiran kota Surabaya. Namun meski begitu kedua orang tua Adi masih bisa menyekolahkan anak mereka itu, bahkan kakak laki-lakinya sekarang duduk di bangku SMA.

Adi tergolong anak yang sangat rajin dan pandai di kelas dan lingkungannya. Ia bersekolah di SD Tersayang Hati. Tiap pagi ia selalu berangkat dengan teman-temannya. Ia termasuk anak yang sering bergaul dengan temannya.

Adi ingin sekali mempunyai ponsel seperti milik teman-temannya. Ponsel mereka bisa digunakan untuk bermain atau bahkan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya.

Terkadang Adi menyendiri di sudut ruang kelasnya dan membayangkan seandainya ia punya ponsel seperti teman-temannya. Namun hal itu bagi Adi sangatlah sulit sebab kedua orag tuanya hanyalah seorang petani pesuruh di daerahnya.

Teman-teman Adi tau kalau Adi ingin sekali memiliki ponsel layaknya mereka. Oleh karena itu teman-temannya berencana untuk menghadiakan sebuah ponsel yang bisa digunakan Adi pada hari ulang tahunnya nanti.

Oca, teman sebangku Adi iba juga dengan Adi, maka ia lah yang mempunyai ide itu pertama kali. Mereka semua mulai mengumpulkan uang mereka untuk membeli ponsel  untuk Adi. Setelah uang yang dikira telah cukup, maka Stevani dan Lucius pergi ke toko ponsel yang tak jauh dari sekolah mereka.

Pada hari ulang tahun Adi, teman-temannya mengucapkan selamat kepadanya dan memberikan sebungkus hadiah mini. Ketika Adi membukanya, ia sangat gembira sekali dan banyak-banyak mengucapkan terima kasih karena ia baru saja mendapatkan ponsel baru.

Dan semuanya ikut senang.

Hari demi hari, Adi lewatkan dirinya untuk mengutak-atik ponsel barunya itu namun ia hampir-hampir lupa untuk belajar dan bahkan tidak peduli dengan lingkungannya. Ia lebih memilih sibuk dengan ponsel barunya itu.

Di sekolah pun Adi sering tidak konsen belajar. Ia lebih sering menundukkan kepala dan mulai berselancar di dunia maya saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Ia nampaknya sangatlah ketagihan dengan hal itu. Adi pun mulai jarang bersosialisasi dengan dengan teman-temannya. Ia lebih senang dengan teman dunia mayanya.

Hal ini tentu saja mengganggu prestasinya dalam sekolah. Bu Gurunya sering kali menasehatinya untuk tidak menggunakan ponsel saat pelajaran di kelas sedang diberikan. Namun tetap saja dia asyik dengan ponsel itu. Dan parahnya lagi, pada saat menghadapi ulangan akhir semester ganjil, ia malah lebih senang dengan ponselnya.

Pada pengambilan nilai rapor semester ganjil, nilai rapor Adi jatuh semua. Banyak yang merah. Orang tua Adi pun dipanggil oleh sang Wali Kelas dan memberitahu penyebab kemungkinan nilai Adi jatuh.

Di rumah, Adi mendapat marah dari kedua orang tuanya. Ia kemudian tidak diijinkan lagi untuk membawa ponsel ke sekolah. Saat itulah Adi mulai sadar bahwa ini semua salahnya.

Pada semester selanjutnya, Adi mulai berubah. Ia mulai kembali tekun belajar untuk mendapatkan lagi ketertinggalannya selama semester ganjil sebelumnya.

Dan pada pengambilan rapor genap selanjutnya, ia mendapat nilai yang memuaskan. Orang tuanya senang terhadapnya. Mereka pun memberikan kembali ponsel Adi. Tapi Adi diijinkan kembali untuk memegang ponsel asalkan dia tetap rajin belajar dan tau kapan seharusnya menggunakan ponsel. Selain itu juga, Adi juga dianjurkan untuk tidak sesering mungkin menggunakan jejaring sosial seperti Facebook karena hal itu akan membuatnya acuh tak acuh terhadap lingkungannya. Adi boleh menggunakan jejaring sosial itu asal tau waktu dan tempatnya. Adi senang bisa mendapatkan kembali ponsel pemberian teman-teman kelasnya dan ia berjanji tak akan mengulangi lagi kelakuannya.

4 thoughts on “Salah Tempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s